29 Sep 2010

Posong Sagotrah (5)


Penelusuran Trah Selar (Sulung) & Trah Tambeng
Penelusuran Posong Sagotrah pada Trah Selar dan Trah Tambeng kuranglebih  sama dengan Petunjuk penelusuran Trah Kartowiryo yang sebagian besar berdomisili di dusun Magowangsan. Trah Selar berasal dari Jalur Induk Posong yang merupakan anak sulung dan Trah Tambeng adalah anak bungsu dari 6 (enam) orang anak Mbah Setro Saiman.

Saya tulis ulang, generasi pertama Jalur Induk Posong :
Jalur Kerabat mBah Setro Saiman (Margowangsan/Gangsan)
(1)      mBah Selar (Gangsan) : Keluarga mbah Isah, Pak Guru Tris (Gangsan)
(2)     mBah Darmin (Gondang Lor) : Keluarga Mbah Guru Suharto (Gondang Lor), Pak Darsono (Wonolobo)
(3)     mBah Sri (Talaman) : Keluarga mBah Sri Help (Margowangsan) dari suami kedua Rambianak dan (pm, Kiyudan) dari suami pertama.
(4)     mBah Kartowirya (Gangsan) : Keluarga Pak Guru Samidi (Gangsan)
(5)     mBah Rus (Gangsan) : Hilang pada jaman perang kemerdekaan
(6)     mBah Tambeng/Isteri Mabh Supo Taruno (Gangsan) : Keluarga mBah Supo/mBah Minem (Gangsan)

  1. Trah Selar :
Trah Selar menempati keluarga paling besar di Kec. Sawangan. Mbah Selar mempunyai 3 (tiga) orang anak dan 18 (delapan belas) cucu, meliputi :

a)    Famili Mbah Ali/Isah, mempunyai 10 orang anak meliputi :
1.     Isah (Talaman), tidak ada anak
2.    Dulsujak (Talaman), 7 anak (Jilin, Trimah, Tinah, Sarno, Ning, Heru, Kun)
3.    Nah (Sukorini), Pm
4.    Yaminah (Dukun), Pm
5.    Suparto (Gangsan), 4 anak (Haryanto, Sri, Tutik, Tari)
6.    Sutrisno (Gangsan), 4 anak (Heny, Yanjono, Agus, Rahmat)
7.    Marsidah (Gangsan), 2 anak (Sis, Sus)
8.    Sadiyah (Gngsan, almh), anak tunggal (Kantri)
9.    Sukasah (Gangsan), 2 anak (Gunawan, Rini)
10. Marisah (Sawangan), 3 anak (Anto, Wawan, Uut)

b)   Famili Mbah Marjono, mempunyai anak tunggal yaitu Pak Suwito (Bdg).

c)    Famili Mbah Marsan, mempunyai 7 orang anak meliputi :
1.     Ahmad (Gangsan), 6 anak (Waliyah, Bitri, Budi, Wiwin, Ambar, Agus)
2.    Turmudi (Gangsan), 5 anak (Widaryadi/Ti, Budi, Junaedi, Ning, Joko)
3.    Sumadi/Sadiyah (Gangsan), anak tunggal (Kantri)
4.    Din (Sumbar), anak tunggal (Sumi)
5.    Dulrahman (Bendan), 3 anak (Arif, Nia, Rahman)
6.    Sumrihati (Kiyudan), 3 anak (Ita, Agus, Risa)
7.    Ari (Banjengan), 3 anak (Rin, Nanang, Andi)

Periksa pohon keturunan (Silsilah Trah Selar).
Silsilah Keluarga Mbah Selar
 Keluarga Mbah Selar dengan 3 anaknya ini sekarang sudah sangat banyak dan ntersebar mulai dari Dusun Gangsan sendiri, Talaman, Kiyudan, Banjengan (Dukun) dan Jakarta.


B. Trah Tambeng/Supo Taruno
Nama Tambeng diambil dari anak sulung yang bernama “Said” tetapi keluarga menyebutnya “Tambeng”, sehingga orangtuanya dipanggil Mbah Tambeng.

Anak bungsu Mbah Setro Saiman ini mempunyai 6 (enam) anak dan sebagian besar merantau keluar dari Dusun Margowangsan, meliputi :

a)    Famili Mbah Said atau Tambeng (Lampung) mempunyai 3 anak (Surti, Semarang), Sir (Semarang), Surahmat (Purwokerto), Siti (Semarang)
Keluarga Mbah Said, jarang menengok kampong halamannya di Gangsan, sehingga dalam tulisan ini belum tertulis.
b)   Famili Mbah Hilal (Muntilan), 2 anak (Din, Jumrodah) keduanya di Muntilan.
c)    Famili Mbah Minem (Gangsan), anak tunggal (Teguh) di Madiun
d)   Famili Mbah Tamyis (Salatiga), 3 anak yaitu Sumi (Gangsan), Tamyis (Salatiga), Dalmini (Gangsan).
e)   Famili Nap (Madiun), 3 anak yaitu Tatik/Teguh (Madiun), Agus (Madiun), Singgih (Muntilan).

Periksa pohon keturunan (Silsilah Trah Tambeng).

Demikian penampilan Posong Sagotrah (5), kepada pemirsa yang secara kebetulan membaca dan ada sesuatu yang kurang sempurna pada tulisan dan Diagram Pohon Keturunan tersebut diatas, mohon koreksi untuk kesempurnaan tulisan. 


Dari diagram Trah diatas, kami sangat berharap ada tanggapan yang bisa jadi salah tulis, kurang lengkap, dan lain-lain untuk menyempurnakan tulisan lebih lanjut.

Kepada Bapak saya (Pak Guru Samidi), Pakde Turmudi di Tangerang, Mbah Minem di Gangsan dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penyusunan diagram silsilah, saya dan keluarga menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Semoga bermanfaat.
Jakarta, September 2010 


1 komentar:

Damar mengatakan...

Kira-kira sekarang anak keturunan dari Induk Trah Posong berapa ya?

Katanya induk trah masih saudara dari Pangeran Dirgonegoro & Nyi Suntiaking yang berdomisili di Margowangsan, pasca perang Diponegoro..? Bagaimana dan siapa yang bisa mengklarifikasi kisah ini?