30 Mei 2018

DAFTAR ALUMNI SMA NEGERI BLABAK TAHUN AJARAN 1975 S/D 1977



Re-Uni Lebaran di Dusun Gondangan-Sawangan (Rmh Mbak Listirahayu) Tahun 2016

RE-UNION atau dalam bahasa Indonesia sering disebut “reuni” adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang sudah lepas dari suatu perkumpulan, organisasi atau Sekolah dimana sekelompok orang pernah menjalankan kegiatan yang sama dalam waktu yang sama.
Ada anekdot yang berbunyi "Seseorang disaat usia tua akan merasa bahagia bilamana menemukan dunianya seperti kehidupan dimasa mudanya". Salahsatu syarat untuk bisa menemukan dunianya di masa muda adalah bisa mengekspresikan isi hatinya dengan kawan yang sepantaran.
Dalam perkembangannya, orang-orang tua mencari bentuk penemuan dunia remajanya dengan mengadakan reunion (reuni), temu kangen, membuat grup media sosial, dls. Tentunya sebelum melakukan hal tersebut beberapa orang mencari daftar nama, alamat dan nomor telepon agar mempermudah melakukan komunikasi.    
Secara singkat sejarah berdirinya SMA Negeri Blabak adalah sbb :
  • Tahun 1966 dan sebelumnya di Kab. Magelang hanya ada satu SMA Negeri yang terletak di Ibukota Kabupaten yaitu SMA Negeri Magelang. Murid-murid SMA berasal dari lulusan SMP Negeri dan non Negeri dari seluruh wilayah Kabupaten Magelang. Semakin lama peminat yang masuk SMA Negeri semakin banyak. Tidak terkecuali murid-murid SMP dari daerah Mungkid, Sawangan dan sekitarnya.
  • Kepala Sekolah SMA Negeri Magelang sejak tahun 1963 dipegang oleh Drs. Baridin, “Wong Sawangan” putera mbah Lurah Posong yang peduli dengan pendidikan wong ndeso, memperhatikan bahwa peminat dari daerah Mungkid dan Sawangan semakin banyak, sementara kapasitas SMA Negeri Magelang sangat terbatas, untuk sekolah di SMA Swasta di Muntilan pun perlu biaya yang tidak sedikit. Maka beliau memutuskan untuk mendirikan SMA Negeri Magelang Kelas Jauh untuk menampung murid-murid dari daerah Mungkid, Sawangan dan sekitarnya. Atas persetujuan Bupati, beliau memanfaatkan 2 (dua) Gedung Penampungan Bencana Merapi yang letaknya di lingkungan Jetak dan satu Gudang Garam di belakang Klenteng Muntilan.
  • Sejak tahun 1967 berdirilah SMA Negeri Magelang Kelas jauh dan dikukuhkan sebagai SMA Negeri Blabak.
  • Mulai pertengahan tahun 1977 SMA Negeri Blabak menempati Gedung baru di Ponggol dengan nama masih SMA Negeri Blabak. Sampai disini saja tulisannya, wong yang dibahas nama alumni SMA Negeri Blabak lulusan tahun 1977. 

    Sekarang SMA Negeri Blabak menjadi SMA Negeri I Muntilan.

Berikut daftar nama alumni SMA Negeri Blabak Lulusan Tahun 1977 berikut Nama Kepala Sekolah dan nama-nama Bapak/Ibu Guru kala itu. 
Tentunya daftar dibawah belum lengkap, mohon bagi yang membuka blog ini bisa mengirim informasi lewat email kami : aprasodjo@ymail.com atau langsung dikomentari di bawah tulisan ini, karena respond akan terlihat di email tsb diatas.
 




DAFTAR NAMA ALUMNI SMA NEGERI BLABAK
JURUSAN IPA LULUSAN TAHUN 1977


No.
Nama
Alamat Asal
No. Telepon
1
Agus Prasodjo
Margowangsan - Sawangan
Dilaporkan terpisah
2
Agus Ismanto
Gatak - Muntilan

3
Agus Rudito
Rambeanak - Paremono

4
Ahmad Suwidyo
Mendut

5
Anas Yuwono
Ngawen - Muntilan

6
Bambang Hadi Mulyono
Mudal - Sawangan

7
Bambang Sungkowo
Dukun

8
Badriyaningsih
Semarang

9
Bambang Fuadi
Gatak - Muntilan

10
Bambang Hariyadi
Kauman - Muntilan

11
Budi Mulyono
Magelang

12
Edy Sutanto
Jetak - Mungkid

13
Eko Supriyanto
Wonosari - Muntilan

14
Elizabet Widyastuti (Tutuk)
Koplak - Muntilan

15
Handayani Sudiastuti
Tambakan - Muntilan

16
Hartini
Majaksingi - Borobudur

17
Haryanto Hadi
Gatak - Muntilan

18
Haryono
Srikue -

19
Haryoto
Gatak Gamol - Muntilan

20
Hermanto
Magelang

21
Hery Priyanto
Ngawen - Muntilan

22
Handayani Indriastuti (I'in)
Tambakan - Muntilan

23
Ircham
Sanggrahan - Mungkid

24
Jamaludin
Gatak - Muntilan

25
Kaswadi
Janan - Borobudur

26
Kumaedi
Barepan - Borobudur

27
Listirahayu
Gondangan - Sawangan

28
Murtidiningsih
Keji - Muntilan

29
Partiwi
Borobudur

30
Purwaningsih
Boton - Magelang

31
Ratif S.
Magelang

32
Sarjono
Keprekan

33
Sri Susanti
Sanggrahan - Mungkid

34
Sri Hidayati (Ida)
Kawedanan - Muntilan

35
Sri Mulyati
Sanggrahan - Mungkid

36
Siti Wardani
Dendengan - Bojong

37
Siti Astifah
Jumbleng - Sedayu

38
Subarudin
Jumbleng - Sedayu

39
Sugiyarto
Tamanagung - Sedayu

40
Suryati
Dukun

41
Sri Mulyati
Sanggrahan - Mungkid

42
Sugeng Mulyono
Gatak - Muntilan

43
Sunariningsih
Gremeng

44
Teguh Ahadi
Blondo

45
Umi Arifah
Tangkilan

46
Widiharni
Koplak - Muntilan

47
Widodo
Dangean - Muntilan

48
Wahidah Widiastuti
Kauman - Muntilan











NAMA KEPALA SEKOLAH, BAPAK DAN IBU GURU PADA TAHUN 1977

No.
Nama
Alamat
Bidang Pelajaran
1
Drs. Parnadi
Magelang
Kepala Sekolah
2
Suwardi, BSc
Bendan - Sawangan
Stereo/Trigonometri
3
Husein, BA
Krogowanan - Sawangan
Bhs Indonesia
4
Drs. Sirwaji
Malang
Fisika
5
Endargono, BA
Magelang
Bhs Inggeris
6
Widodo, BA
Mungkid
Agama Islam
7
Eko, BA
Purwodadi
Seni Lukis
8
Sutrisno, BA
Klaten
Administrasi Umum
9
Mujahid, BA
Mendut
Biologi
10
Dra. Rustantinah
Sleman
Kimia
11
Sigid, BSc
Wates
Aljabar Analit
12
Ibu Atik, BSc
Magelang
Sejarah
13
Sholeh, BA
Kulonprogo
Sastra Indonesia
14
Dahlan, BA
Mungkid
Olahraga
15
Badawi, BA
Mendut
Koperasi
16
Hadi Sutarno, BA
Cangkringan - Sleman
Geografi
17
Zeinudin, BA
Lampung
Agama Islam
18
Nadhori, BA
Jatinom - Klaten
Ekonomi Umum






Agus Ismanto, Tutuk, Hartini, Pratiwi
















Ircham

Kol. Haryoto

Suryati






































REUNI 2018, Senin 18 Juni 2018


Irkham, Radio Merapi Muntilan


























21 Mei 2018

Kiat Publisistik, Tips Menulis Agar Mudah Difahami Umum (Sumber/Copy Paste : Majalah Tempo)

 

Sample Cover eye catched Majlah Tempo (source : google)
I was down to my last dollar, I would spend it on public relations” ucap Bill Gates, pendiri Microsoft.
Sebelumnya kami mohon ijin share kepada Redaksi Majalah Tempo untuk share sosialisasi  #belajarbarengTEMPO. Bilamana redaktur tidak berkenan, mohon tulisan ini di-blockir.
Pernyataan orang terkaya dunia ini menunjukkan betapa penting fungsi kehumasan bagi sebuah perusahaan. Kegiatan kehumasan atau public relations pada dasarnya investasi untuk melindungi, merawat, membangun dan mengelola reputasi perusahaan. Gates menyadari itu. Bahkan Ia akan membelanjakan uang terakhirnya untuk kegiatan kehumasan. 
Siaran pers adalah senjata ampuh bagi humas untuk membangun dan mengelola reputasi perusahaan. Biayanya pun murah. Staf humas hanya perlu dibekali keterampilan menulis. Agar mereka mampu mengemas siaran pers bernilai berita, enak dibaca dan mudah dipahami. 
TEMPO Institute berbagi 9 hal yang harus dilakukan dan jangan dilakukan ketika menulis siaran pers.


Apa saja? 
Lakukan 
1. Eye Catcher
Buatlah judul berita sebagai “eye-catcher.” Judul berita harus menarik perhatian wartawan, membuatnya ingin tahu lebih banyak.

2. Lead Memikat
Lead atau paragraf pertama harus mampu memikat pembaca. Tulislah secara ringkas dan padat apa yang sedang terjadi.

3. 5W +1H
Menjelaskan informasi 5W +1H secara jernih : siapa (who), apa (what), kapan (when), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how). Agar pembaca memahami konteks yang sedang disampaikan oleh perusahaan. 

4. Narahubung
Tulislah secara lengkap; nama, jabatan, email, dan nomor HP. Ini akan memudahkan wartawan untuk mengkonfirmasi bahkan mendalami informasi siaran pers yang didapatnya. 

5. ###
Letakkan tanda ‘###’ ini sebagai penutup siaran pers Anda. Tanda tiga pagar yang diletakkan di tengah pada akhir tulisan lazim digunakan dalam jurnalistik.


Jangan lakukan
6. Jangan Gunakan Kata yang Sia-sia
Hindari kalimat dan paragraf yang panjang-panjang. Hindari pengulangan dan jangan menggunakan jargon.
7. Jangan Blast
Jangan mem-blast siaran pers yang sama ke semua media. Susun siaran pers untuk media spesifik, bahkan reporter yang spesifik peliput di bidang Anda. Info ini bisa dicari di website media masing-masing.
 8. Jangan Kirim Hasil Scan
Jangan scan siaran pers Anda, kemudian mengirimnya dengan format jpeg. Itu membuang-buang waktu redaktur. Masukkan siaran pers di dalam tubuh e-mail, bukan sebagai lampiran. Jika terpaksa pakai lampiran, gunakan file plain text atau Rich Text Format. Word docs boleh, tapi simpanlah versi dalam doc.
9. Jangan Lelah Belajar
Menjadi praktisi humas yang mahir adalah keuntungan yang tidak ternilai. TEMPO Institute menyadari hal itu dan kami mengajak Anda untuk mengikuti Kursus Jurnalistik untuk Praktisi Humas di #belajarbarengTEMPO. TEMPO Institute akan membagikan kiat-kiat merumuskan pesan kunci perusahaan yang bernilai berita dan mengemasnya menjadi materi komunikasi yang menarik dan penting sebagai bahan publikasi melalui media sosial, laman perusahaan, dan media cetak.

Klik banner di bawah untuk mendaftar #belajarbarengTEMPO.